Kurukumi
http://papercraftmania.blogspot.com/
Mewarnai (coloring)
online :
http://games.funschool.com/game_spring_coloring_pages.html?g=9024&category=0&level=0
Point to point :
http://www.coloriez.com/point3.php
Website Mewarnai Cartoon:
http://www.thecolor.com (disini harus login dulu)
http://atv.disney.go.com/playhouse/printables/index.html
http://www.coloring-book.info/
http://pbskids.org/coloring.html
Elmo dkk :
www.sesameworkshop.org/sesamestreet/
Dora, Blue, dkk :
http://www.nickjr.co.uk/play/index.aspx
Barney :
http://pbskids.org/barney/children/games/index.html
Teletubbies :
http://www.bbc.co.uk/cbeebies/teletubbies/funandgames/
Pooh n the gank :
http://disney.go.com/characters/pooh/index.html
http://www.coloriez.com/
Mewarnai Snoopy:
http://www.coloriez.com/images/coloriages/rubrique.php?id=111 (16
gambar)
Mewarnai Aladdin
http://www.coloriez.com/images/coloriages/rubrique.php?id=81
http://www.coloring-book-pages.com/
Little Mermaid (Ariel): http://www.littleariel.com/Coloring.htm (putri duyung kecil)
Dora The Explorer:
http://coloring-book-pages.com/dora_coloring_pages.html
Kupu2 (interactive):
http://www.christiananswers.net/indonesian/kids/coloring-butterfly-indo.html
Mewarnai (bhs. Indonesia):
http://www.christiananswers.net/indonesian/kids/clr-indx-indo.html
Stawberry Shortcake:
http://www.geocities.com/wishingstarsgalaxy/ssccolor2.html
Club Coloring (Klub Mewarnai) :
http://groups.yahoo.com/group/KlubMewarnai/
http://papercraftmania.blogspot.com
Crayon yang bagus untuk menggambar apalagi untuk lomba namanya
Carandache, buatan Swiss (kalau tidak salah).
Ada berbagai macam jenis. Untuk pemula pakai saja NeoColor I, untuk isi
30,harganya sekitar Rp. 200.000,- (kurang lebih).
Untuk lanjutan dan untuk warna tambahan bisa dipakai NeoColor II.
Kalau yang suka pastel, bisa pakai
NeoPastel.
Kalau yang suka warna mengkilat, bisa beli lagi tambahan warna2
mengkilat (silver, gold, dll.)
Crayon ini memang agak susah dicari. Kalau saya di Bekasi bisa beli di
toko Intermedia di daerah pertokoan Kemang
Pratama (di seberang sekolah Marsudirini).
Kalau biasanya untuk anak2 saya, saya beli di Sanggar Gambar (Nama sanggarnya
Cissie di daerah Sunter, Cissie selain senang menggambar juga
seorang dokter). Biasanya kalau ikut lomba,
banyak yang menang kalau pakai Carandache.
Minggu lalu anak2 saya ikut lomba untuk dikirim ke Polandia,
minggu sebelumnya untuk dikirim ke Jepang.
Anak saya yang kedua (cewek), sudah pernah menang 2 kali, biarpun hanya
juara harapan dari Norwegia dan satu lagi dari negara Eropa
lainnya.
From Isdianto
"Isdianto" <isdianto@gmail.com>
Kebanyakan juri
yang bertugas untuk menilai hasil dari suatu perlombaan adalah guru yang
berasal dari Sanggar Lukis
atau Sanggar Gambar.
Karena mereka dianggap representatif untuk menilai suatu hasil lomba.
Karena umumnya mereka mengajarkan metode
menggambar harus seperti yang mbak jelaskan pake
gradasi warna dan pelangi.
Sehingga tidak heran kalau kebanyakan yang jadi pemenang adalah
mereka yang memakai metode seperti itu, selebihnya baru kreatifitas yang
dinilai.
from "Tony ð" <iris@cbn.net.id>
Di
sanggar sudah diajarkan tehnik pewarnaan yang
sama (semuanya pakai metode seperti gradasi warna atau pelangi).
Karena penasaran akhirnya saya coba
belikan juga
Carandache Neocolor I
untuk anak saya yang baru berusia 4th. Memang
hasilnya rapih sekali.
from
Gina<regina.a.kolibonso@exxonmobil.com>
Hasil gambar dengan
crayon merek carandache (karandash)
memang jauh lebih halus
dibanding dengan merek crayon lainnya, tapi menurut saya karakter
crayonnya jadi kabur saking terlalu halusnya. Menurut beberapa
guru gambar, teknik menggambar dengan crayon
yang saat ini sering diajarkan untuk tingkatan
pemula (anak-anak) sering menyalahi karakter crayon yang memang
tidak diperuntukkan untuk menonjolkan kehalusan gradasi warna.
Akibatnya,
meskipun hasil gambarnya bagus, namun karakter crayonnya jadi tidak
menonjol.
Kalau mau dipakai untuk berlomba memang krayon ini hasilnya dijamin jauh
lebih bagus dibanding merek lainnya, tapi kalau mau lebih fair
mestinya disyaratkan memakai merek crayon yang
sama.
from Sumarini Tjitrosoemarto <sumarini_t@ya
To hoo.com>
Isdianto <isdianto@gmail.com>
Saya ingin coba menanggapi tulisan ibu
Gina mengenai crayon serta beberapa hal yang berhubungan dengan crayon.
Agar tidak rancu, saya ingin garis bawahi dulu nama Carandache adalah
'merk', bukan jenis media warna.
Dimana Carandache memproduksi aneka media Gambar/ Lukis yang cukup
lengkap,salah satunya adalah Neocolor 1 yang sedang kita bicarakan dan
yang banyak dipakai untuk lomba Mewarnai/ Menggambar saat ini.
Setahu saya Neocolor 1 memang merupakan formula baru dimana bahannya
merupakan gabungan antara oil(minyak) dan wax (lilin). Neocolor 1
sendiri mulai masuk Indonesia (kurang lebih) sekitar awal 2002, memang
termasuknya belum lama, yang artinya sebelum Neocolor 1 masuk,
kebanyakan pengguna crayon di Indonesia hanya disodori 2 pilihan yang
oil atau wax.
Namun banyak pilihan pengguna jatuh ke oil (yang dikenal sebagai OIL
PASTELS) karena untuk yang type wax terlalu licin dan keras
sehingga hasil goresan di atas kertas menjadi tidak jelas/ kurang indah.
Sedangkan yang jenis oil menjadi populer karena goresannya mempunyai
karakter yang kuat, sehingga tidak jarang pelukis/ perupa memakai Oil
Pastels untuk berkarya.
Teknik Oil Pastels sendiri cukup variatif dan dapat menghasilkan karya
dengan nilai estetika yang tinggi.
Karakter goresan oil pastels cenderung kasar/ bertekstur, sehingga ini
yang banyak dimanfaatkan sebagai kelebihan Oil Pastels yang tidak
dimiliki oleh media lain; ada juga yang mengangkat goresan tersebut
dengan campuran cat air sehingga karakter goresan oil pastels semakin
kuat.
Di luar Indonesia, media Oil Pastels merupakan media yang banyak
digunakan untuk berkarya Seni, bahkan tidak jarang karya mereka
disertakan dalam Pameran-pameran Internasional.
Kelebihan Neocolor 1 sendiri jelas lebih halus, warna lebih cerah, serta
tidak banyak menyisakan 'ampas' yang sering membuat gambar menjadi
kotor, namun Neocolor 1 memang bukan Oil Pastels, yang memang tidak akan
bisa menghasilkan goresan seperti Oil Pastels, jadi agak susah
membandingkan 2 bahan yang berbeda.
Carandache juga memproduksi Oil Pastels, ini yang sebenarnya lebih tepat
bila ingin membandingkan.
Mempelajari teknik Oil Pastels 'yang benar' sebenarnya cukup sulit,
apalagi untuk anak-anak, berbeda dengan Neocolor 1 yang cukup mudah
digunakan untuk anak-anak, sehingga yang terjadi pada setiap Lomba
Mewarnai/ Menggambar anak-anak cukup familiar dengan Neocolor 1.
Menurut saya, pencampuran warna atau juga gradasi (bukan pelangi)
merupakan teknik yang mutlak dipelajari bagi mereka yang ingin belajar
menggambar/ mewarna/ melukis, artinya teknik tersebut dapat
diaplikasikan ke semua media warna baik kering maupun basah,
tak terkecuali media hitam putih seperti konte, dan tiap media
akan menghasilkan karakter 'gradasi' yang berbeda-beda.
Gradasi umumnya digunakan untuk membedakan gelap-terang pada obyek yang
terkena cahaya/ tidak atau juga untuk menghasilkan komposisi warna yang
dinamis, sehingga obyek yang diwarna akan berkesan 3 dimensi/ tri matra.
Karena teknik ini saya anggap 'mutlak' untuk dipelajari, maka di sanggar
manapun akan diajarkan teknik gradasi ini. Misalnya gambar lingkaran
bila diwarna 1 warna kuning hanya akan berkesan bulatan/ lingkaran yang
berwarna saja, tapi bila salah satu tepi sisinya diwarna jingga dulu
lalu baru kuning, maka dapat mengesankan seperti buah jeruk atau bola.
Atau misalnya langit akan terasa hambar bila di blok satu warna biru
saja, dan akan lebih dinamis bila ada biru muda, biru tua, atau juga
putih.
Lalu kenapa mbak Gina melihat hasil pemenang lomba yang dilihat hampir
sama/ mirip semua?
Pertama, jelas karena mereka menggunakan media yang sama (Neocolor 1),
dan ini yang saya katakan tidak dapat dibandingkan dengan media Oil
Pastels. Saking ekstrimnya, saya pernah mendengar orang tua yang
mengatakan bahwa anak yang tidak bisa mewarnapun hasilnya akan bagus
bila menggunakan Carandache, tentu saja ini tidak benar. Secara kasat
mata jelas juga kalau warna Neocolor 1 akan nampak lebih cerah,
bersih, dan rapi dibanding yang menggunakan Oil Pastels, jadi disini
biasanya Juri menilai lebih dari Kerapian dan Kebersihannya.
2), adalah keterbatasan Neocolor I yang hanya ada 30 warna saja,
sehingga pilihan warnanya tak sebanyak Oil Pastels (ada yang mencapai 60
warna lebih), yang berarti pula warna gradasi yang digunakan juga
terbatas itu-itu saja, sehingga akan berkesan karya mereka mirip semua.
Di beberapa lomba ada juga yang mewajibkan semua peserta memakai Oil
Pastels merk tertentu misal Faber Castel atau Lyra (karena mereka
sebagai sponsor); disini akan terlihat bahwa karya mereka tak semenonjol
bila menggunakan Neocolor 1. Rata-rata hasil (karya) lomba disini hampir
merata, artinya anak yang biasa menggunakan Neocolor 1 hasilnya mungkin
tidak jauh beda dengan anak yang hanya biasa menggunakan Oil Pastels.
Kondisi ini seperti yang dikatakan ibu Sumarini bahwa sebaiknya ada
isyarat menggunakan media yang sama (akan lebih fair).
Neocolor II sebenarnya lebih mendekati ke Oil Pastels karena sifatnya
lunak, hanya saja Neocolor II dapat larut dengan sapuan air/ kuas.
Hasilnya jelas lebih artistik dan variatif, namun teknik ini masih belum
familiar digunakan disini, dan sementara Neocolor II baru digunakan
untuk menimpa Neocolor I.
Masalah Les di Sanggar memang sudah menjadi perdebatan sejak jamannya
Pak Tino Sidin (Alm) mengajar menggambar di TV tahun 70/80-an. Waktu itu
orang tua mengkuatirkan kreativitas/ keluguan anak akan dibelokkan
dengan adanya peraturan/ ajaran bahwa menggambar satu obyek akan
mengikuti sang guru semua. Dikuatirkan gambar kucing anak-anak Indonesia
akan sama semua, tidak akan ada lagi gambar kucing dengan kaki yang
panjang atau dengan telinga yang
lebar misalnya.
Hal seperti ini yang mungkin mbak Gina kuatirkan.
Saran saya, mungkin mbak Gina dapat melihat/ konsultasi dulu bagaimana
cara sebuah sanggar mengajarkan menggambar/ mewarnai. Menurut saya pasti
ada sanggar yang mengerti juga tentang batasan kebebasan kreativitas
anak. Sejauh dan sebatas apa sang guru mengarahkan anak didiknya, karena
pengarahan menurut saya perlu.
Dimanapun Sekolah/ Perguruan Tinggi Seni Rupa akan selalu mengajarkan/
mengarahkan cara menggambar/ sketsa yang benar sebagai dasar
pengembangan potensi kreatif individual, termasuk juga mengajarkan
tahapan warna gradasi, analog, dsb.
Jadi gimana mbak Gina? Siap memasukkan anaknya ke Sanggar?
Saya bukan pengajar/ guru sanggar dan saya juga bukan orang dari
Carandache, saya hanya sekedar senang mengamati kegiatan tersebut karena
kebetulan saya mempunyai sedikit pengalaman di bidang Seni Rupa.
Ada lagi yang ingin sharing mengenai topik ini?
Semoga bermanfaat,
Salam
L.Wibowo <lilow@centrin.net.id>